Ergonomis Itu Apa?
Pernahkah Anda merasakan pegal pada leher, bahu, punggung, atau pergelangan tangan setelah bekerja seharian? Keluhan seperti ini sering dianggap hal biasa. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dapat berkembang menjadi gangguan otot dan sendi yang memengaruhi kualitas hidup serta produktivitas kerja.
Salah satu cara sederhana untuk mencegah keluhan tersebut adalah dengan menerapkan prinsip ergonomis saat bekerja. Ergonomis adalah penyesuaian lingkungan kerja, peralatan, dan cara kerja agar sesuai dengan kemampuan serta kondisi tubuh manusia. Tujuannya adalah mengurangi risiko cedera, rasa tidak nyaman, dan kelelahan selama bekerja.
Saat ini banyak pekerjaan dilakukan dengan duduk dalam waktu lama di depan komputer, menggunakan gadget, atau melakukan gerakan yang sama berulang kali. Oleh karena itu, penerapan ergonomis menjadi semakin penting bagi semua pekerja, baik di kantor, rumah sakit, sekolah, maupun tempat usaha lainnya.
Posisi kerja yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti:
Menurut berbagai penelitian kesehatan kerja, gangguan otot dan rangka akibat pekerjaan (Work-Related Musculoskeletal Disorders/WMSDs) merupakan salah satu penyebab tersering keluhan kesehatan pada pekerja di seluruh dunia.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Apabila keluhan tersebut sering muncul, kemungkinan posisi atau cara kerja yang dilakukan belum ergonomis.
Saat duduk bekerja:
Contoh sederhana:
Saat bekerja menggunakan laptop di meja makan, banyak orang cenderung membungkuk. Kebiasaan ini dapat menyebabkan nyeri leher dan punggung. Gunakan kursi yang memiliki sandaran dan sesuaikan tinggi meja agar tubuh tetap tegak.
Layar komputer atau laptop sebaiknya berada sejajar dengan pandangan mata.
Jika layar terlalu rendah:
Bila menggunakan laptop, dapat ditambahkan penyangga laptop atau tumpukan buku yang stabil agar posisi layar lebih tinggi.
Saat mengetik:
Posisi ini membantu mengurangi risiko nyeri pergelangan tangan dan kesemutan pada jari.
Duduk terlalu lama dapat memperlambat sirkulasi darah dan meningkatkan ketegangan otot.
Lakukan istirahat singkat selama 2–5 menit dengan cara:
Aktivitas sederhana ini dapat membantu mengurangi kekakuan otot dan meningkatkan konsentrasi kerja.
Beberapa gerakan yang dapat dilakukan di tempat kerja:
Peregangan rutin dapat membantu menjaga kelenturan otot dan mengurangi ketegangan akibat bekerja dalam posisi yang sama.
Bagi pekerja yang sering menatap layar komputer atau gadget, gunakan aturan:
Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter).
Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata dan menjaga kenyamanan penglihatan.
Saat ini banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menggunakan ponsel.
Kebiasaan menunduk terlalu lama dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai “text neck”, yaitu nyeri pada leher akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk.
Usahakan mengangkat ponsel mendekati tinggi mata sehingga leher tetap dalam posisi netral.
Tenaga kesehatan juga memiliki risiko tinggi mengalami gangguan otot dan sendi akibat aktivitas kerja.
Contohnya:
Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperhatikan teknik kerja yang aman, melakukan peregangan secara berkala, dan menggunakan alat bantu bila diperlukan.
Jika dilakukan secara konsisten, penerapan ergonomis dapat memberikan berbagai manfaat, antara lain:
Segera periksakan diri apabila mengalami:
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Ergonomis bukan hanya tentang kursi atau meja kerja yang mahal. Ergonomis adalah kebiasaan bekerja dengan posisi yang benar dan sesuai dengan kemampuan tubuh. Dengan mengatur posisi duduk, memperhatikan tinggi layar, melakukan peregangan secara berkala, serta mengurangi duduk terlalu lama, kita dapat menjaga kesehatan otot dan sendi serta meningkatkan produktivitas kerja.
Mulailah dari langkah-langkah sederhana hari ini, karena kesehatan tubuh adalah investasi terbaik untuk masa depan.
Referensi :