Pernahkah Anda mendengar seseorang disebut “bipolar” hanya karena suasana hatinya mudah berubah? Faktanya, gangguan bipolar bukan sekadar perubahan mood biasa. Bipolar adalah gangguan kesehatan jiwa yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, dan aktivitas yang sangat ekstrem, sehingga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, pekerjaan, hubungan sosial, bahkan keselamatan penderitanya.
Seseorang dengan gangguan bipolar dapat mengalami periode suasana hati yang sangat tinggi atau bersemangat (mania atau hipomania), kemudian berubah menjadi sangat sedih, putus asa, dan kehilangan minat terhadap berbagai aktivitas (depresi). Perubahan ini bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan hanya dengan kemauan atau nasihat untuk “lebih semangat”.
Gangguan bipolar merupakan kondisi medis yang dapat ditangani dengan pengobatan dan pendampingan yang tepat. Semakin cepat dikenali, semakin baik pula kualitas hidup yang dapat dicapai oleh penderitanya.
Masih banyak masyarakat yang salah memahami gangguan bipolar. Akibatnya, penderita sering dianggap berlebihan, kurang bersyukur, atau hanya mencari perhatian.
Padahal, bipolar merupakan gangguan kesehatan mental yang nyata dan telah diakui secara medis. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan masalah dalam pekerjaan, pendidikan, hubungan keluarga, hingga meningkatkan risiko perilaku menyakiti diri sendiri.
Dengan pemahaman yang baik, keluarga dan lingkungan sekitar dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan penderita untuk menjalani pengobatan dan kehidupan sehari-hari.
Hingga saat ini belum diketahui satu penyebab pasti gangguan bipolar. Namun, beberapa faktor yang diduga berperan antara lain:
Risiko bipolar lebih tinggi pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gangguan bipolar atau gangguan kesehatan mental lainnya.
Ketidakseimbangan zat kimia tertentu di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati diduga turut memengaruhi munculnya bipolar.
Beberapa kondisi dapat memicu munculnya episode bipolar, seperti:
Faktor-faktor tersebut bukan penyebab utama, tetapi dapat memicu munculnya gejala pada individu yang memiliki kerentanan.
Gangguan bipolar biasanya terdiri dari dua fase utama, yaitu fase mania dan fase depresi.
Pada fase ini, seseorang dapat terlihat sangat bersemangat dan energik secara berlebihan.
Gejala yang sering muncul antara lain:
Contohnya, seseorang yang biasanya hemat tiba-tiba menghabiskan tabungan dalam jumlah besar untuk membeli barang yang tidak diperlukan atau memulai usaha tanpa perencanaan yang matang.
Setelah fase mania, sebagian penderita dapat mengalami fase depresi.
Gejalanya meliputi:
Fase depresi dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan apabila tidak ditangani.
Secara umum terdapat beberapa jenis gangguan bipolar, yaitu:
Ditandai dengan episode mania yang jelas dan cukup berat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari atau memerlukan perawatan di rumah sakit.
Ditandai dengan episode depresi yang berat dan episode hipomania, yaitu bentuk mania yang lebih ringan.
Ditandai dengan perubahan suasana hati yang berlangsung lama namun gejalanya tidak seberat bipolar tipe I atau tipe II.
Gangguan bipolar termasuk kondisi yang umumnya bersifat jangka panjang. Namun, dengan pengobatan yang tepat, banyak penderita dapat menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas.
Tujuan pengobatan adalah:
Penanganan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan dapat meliputi:
Dokter dapat memberikan obat-obatan tertentu untuk membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi gejala yang muncul.
Terapi psikologis membantu penderita memahami kondisinya, mengenali tanda kekambuhan, dan mengembangkan strategi menghadapi stres.
Keluarga memiliki peran penting dalam membantu penderita menjalani pengobatan secara teratur dan mengenali perubahan perilaku yang mungkin menandakan kekambuhan.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kestabilan kondisi antara lain:
Mitos: Bipolar hanya perubahan mood biasa.
Fakta: Bipolar adalah gangguan kesehatan jiwa yang nyata dan memerlukan penanganan medis.
Mitos: Penderita bipolar tidak bisa bekerja atau sekolah.
Fakta: Dengan pengobatan yang tepat, banyak penderita dapat bersekolah, bekerja, dan menjalani kehidupan yang produktif.
Mitos: Bipolar terjadi karena kurang iman atau kurang bersyukur.
Fakta: Bipolar merupakan kondisi medis yang melibatkan faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.
Mitos: Obat bipolar boleh dihentikan saat merasa sehat.
Fakta: Menghentikan obat tanpa konsultasi dokter dapat meningkatkan risiko kekambuhan.
Segera konsultasikan ke dokter atau psikiater apabila seseorang mengalami:
Semakin cepat mendapat pertolongan, semakin besar peluang untuk mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.
Kesimpulan
Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan jiwa yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem antara fase mania dan depresi. Kondisi ini bukan kelemahan karakter, bukan pula sekadar perubahan mood biasa. Dengan diagnosis yang tepat, pengobatan yang teratur, dukungan keluarga, dan pola hidup sehat, penderita bipolar dapat menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna.
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bipolar merupakan langkah penting untuk mengurangi stigma dan mendorong lebih banyak orang mencari bantuan profesional ketika membutuhkannya.
Referensi :