Checklist Faktor Risiko Penyakit Kanker

Etika Batuk dan Kapan Kita Perlu Menggunakan Masker
Januari 31, 2026
Show all

Checklist Faktor Risiko Penyakit Kanker

Kita sering merasa kanker itu “penyakit orang lain”.

Masih muda? Aman.

Masih kuat kerja lembur? Aman.

Nggak ada riwayat keluarga? Merasa aman banget.

Padahal…

kanker jarang datang dengan suara keras.

Kanker pelan-pelan, lewat kebiasaan kecil yang sering kita anggap sepele.

Dan kabar baiknya: banyak faktor risiko kanker bisa dicegah atau dikendalikan.

 

Mengenal Risiko Kanker

Menurut data WHO dan Kementerian Kesehatan, sebagian besar kasus kanker berhubungan dengan gaya hidup dan lingkungan. Artinya:

  • Kita mungkin tidak bisa mengontrol segalanya
  • Kita bisa mengurangi risikonya

Dengan satu langkah awal yang sederhana: mengenali checklist faktor risikonya.

 

Faktor Risiko Penyakit Kanker

Karena mencegah selalu lebih bagus daripada mengobati, maka kita perlu tahu apa saja yang dapat kita hindari untuk mencegah risiko penyakit kanker.

  1. Merokok dan Paparan Asap Rokok

Perokok aktif dan perokok pasif adalah hal yang sering kita temui di sehari-hari, apalagi perokok pasif memiliki risiko yang lebih dari perokok aktif. Rokok berhubungan dengan paru-paru, mulut, tenggorokan dan kandung kemih sehingga dapat memicu risiko kanker. Mungkin satu batang rokok tersara sepele, tapi bagaimana jika diakumulasi dalam tahunan?

  1. Pola Makan Tidak Seimbang
  • Jarang makan sayur dan buah
  • Sering konsumsi makanan olahan, instan, atau tinggi gula
  • Terlalu sering makan makanan dibakar atau diasap

Pola makan seperti ini meningkatkan risiko:

  • Kanker usus besar
  • Kanker lambung
  • Kanker hati

Tubuh kita itu jujur. Apa yang kita makan hari ini, akan “dibalas” di kemudian hari.

  1. Kurang Aktifitas Fisik
  • Duduk terlalu lama
  • Jarang olahraga
  • Aktivitas fisik < 150 menit per minggu

Kurang gerak berhubungan dengan:

  • Kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Kanker rahim

Olahraga bukan soal jadi atlet, tetapiu jalan kaki rutin pun sudah memberi dampak besar untuk menghindari risiko kanker.

  1. Konsumsi Alkohol

Kita pun tahu alkohol bukanlah minuman yang baik untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi alkohol dengan rutin dan jumlah yang berlebihan akan meningkatkan risiko :

  • Kanker hati
  • Kanker mulut dan tenggorokan
  • Kanker payudara

Semakin sering kita mengkonsumsi alkohol, maka semakin tinggi juga risikonya.

  1. Paparan Sinar Matahari Berlebihan

Sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung atau menggunakan tabir surya pun juga dapat mengakibatkan risiko kanker kulit dikarenakan terpapar sinar UV dari matahari secara berlebihan. Gunakanlah topi, pakaian pelindung seperti jaket dan gunakan sunscreen untuk melindunngi kulit kita.

  1. Infeksi Tertentu

Infeksi HPV, Hepatitis B atau C dan Infeksi H. pylori adalah infeksi kronis yang dapat memicu :

  • Kanker serviks
  • Kanker hati
  • Kanker lambung

Melakukan vaksinasi dan pengobatan dini adalah langkah awal yang sangat penting.

  1. Riwayat Keluarga

Jika ada anggota keluarga mengidap penyakit kanker yang muncul di usia relatif muda, jangan putus asa atau panik. Itu bukanlah vonis, tetapi merupakan sinyal bagi kita untuk lebih waspada. Hal yang wajib kita lakukan adalah melakukan skrining kesehatan rutin dan melakukan gaya hidup sehat serta lebih waspada dengan lingkungan sekitar.

  1. Paparan Zat Berbahaya

Lingkungan kerja dan tempat tinggal kita ikut berperan dalam risiko kanker. Contohnya pada tempat kita bekerja yang berhubungan dengan bahan kimia, asbes, polusi udara yang berat dan radiasi yang berlebihan. Maka dari itu kita perlu menerapkan SOP K3 pada tempat kerja kita.

 

Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Checklist ini bukan untuk membuat cemas. Justru sebaliknya, untuk memberi kendali. Mulai dari:

  • Berhenti merokok
  • Pola makan seimbang
  • Aktif bergerak
  • Vaksinasi
  • Pemeriksaan kesehatan berkala
  • Deteksi dini dan skrining sesuai usia

Dalam hal ini, Rumah sakit berperan penting dalam edukasi, pencegahan, dan deteksi dini kanker demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

Referensi :

  1. World Health Organization (WHO). Cancer Prevention and Risk Factors, 2020–2024.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Beban Kanker di Indonesia dan Upaya Pencegahan, 2021–2024.
  3. International Agency for Research on Cancer (IARC). Lifestyle Factors and Cancer Risk, 2020–2023.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Cancer Risk Factors, 2020–2024.

 

 

Comments are closed.