Karena yang Manis Belum Tentu Baik untuk Tubuh

Checklist Faktor Risiko Penyakit Kanker
Februari 7, 2026
LEMAK BAIK VS LEMAK JAHAT
Februari 22, 2026
Show all

Karena yang Manis Belum Tentu Baik untuk Tubuh

Meskipun kita tidak makan makanan yang manis-manis tetapi kita tetap meminum minuman seperti: es kopi susu, ukuran liter, es the kekinian, atau minuman botol yang berlabel “Fresh“, “Natural”, “Vitamin C tinggi”.

Sama saja kita bikin gula darah naik secara diam-diam.

Dan ini yang sering kita bikin nggak sadar “Gula Tersembunyi”.

 

Gula Tersembunyi Itu Apa Sih?

Gula tersembunyi adalah gula tambahan yang tidak selalu kita sadari karena:

  • Namanya berbeda-beda di label
  • Tertutup klaim “sehat”
  • Rasanya tidak terlalu manis

Contohnya:

  • Sukrosa
  • Fruktosa
  • Sirup jagung
  • Glukosa
  • Maltosa
  • Konsentrat jus buah

Kedengarannya ilmiah.
Padahal intinya: tetap gula.

Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak lebih dari 10% total energi harian, bahkan lebih baik jika di bawah 5% untuk manfaat kesehatan tambahan.

Artinya?
Sekitar 25–50 gram gula per hari untuk orang dewasa.

Sedangjan satu gelas minuman kekinian bisa mengandung…
30–60 gram gula.

Itu hanya satu gelas, belum termasuk nasi, camilan, dan makanan lain.

 

Kenapa Kita Harus Peduli?

Konsumsi gula berlebihan berkaitan dengan:

  • Risiko diabetes tipe 2
  • Obesitas
  • Penyakit jantung
  • Perlemakan hati
  • Kerusakan gigi

Yang bikin khawatir, kebiasaan minum manis sering dimulai sejak remaja dan terbawa sampai dewasa.

Studi global 2020–2023 menunjukkan konsumsi minuman berpemanis meningkat terutama pada usia produktif. Dan risiko penyakit metabolik ikut naik.

Kita sering berpikir:
“Ah masih muda.”

Padahal penyakit metabolik sekarang makin banyak muncul di usia 30-an.

 

Cara Pilih Minuman yang Lebih Sehat

Tenang, bukan berarti hidup harus pahit.
Kita cuma perlu lebih cerdas dalam memilih minuman.

1. Baca Label Gizi

Lihat bagian:

  • “Gula total”
  • “Gula tambahan”
  • Jumlah per sajian

Kadang satu botol = dua sajian.
Artinya gulanya bisa dua kali lipat dari yang kita kira.

2. Pilih Air Putih Sebagai Utama

Air putih tetap minuman terbaik.
Sederhana, murah, dan nol kalori.

Kalau bosan?
Tambahkan irisan lemon, daun mint, atau buah segar tanpa gula tambahan.

3. Batasi Minuman Kemasan & Kekinian

Tidak perlu dilarang total.
Cukup jadikan sebagai “sesekali”, bukan “setiap hari”.

4. Hati-hati dengan Minuman Berlabel “Sehat”

  • Jus buah kemasan
  • Minuman energi
  • Teh botol
  • Minuman vitamin

Tidak semua buruk, tetapi tetap cek kandungan gulanya.

5. Biasakan Pesan “Less Sugar”

Kalau beli minuman di luar:

  • Minta gula 25%
  • Atau tanpa gula

Awalnya mungkin terasa kurang manis, tapi lidah kita bisa beradaptasi. Dan setelah terbiasa yang dulu terasa normal justru jadi terlalu manis.

 

KESIMPULAN

Promosi kesehatan bukan hanya soal pengobatan. Tapi soal membangun kesadaran sejak dini. Rumah sakit berperan penting dalam:

  • Edukasi gizi masyarakat
  • Skrining risiko diabetes
  • Konseling nutrisi
  • Pencegahan penyakit tidak menular

Karena mencegah selalu lebih ringan daripada mengobati.

 

REFERENSI

  1. World Health Organization (2020–2023). Guideline on sugars intake for adults and children.
  2. Kementerian Kesehatan RI (2021–2024). Pedoman Gizi Seimbang & Pencegahan Penyakit Tidak Menular.
  3. CDC (2022–2024). Sugar-Sweetened Beverages and Health Risks.
  4. Malik VS, et al. (2020–2023). Research on sugar-sweetened beverages and cardiometabolic risk.

Comments are closed.