Pentingnya Pencegahan Pertama Pada Keracunan Anak (P3KA)

Tren Makanan Kukusan: Benarkah Lebih Sehat?
Desember 20, 2025
Jaga Ginjal Tetap Sehat: Tips Cegah Batu Ginjal
Januari 5, 2026
Show all

Pentingnya Pencegahan Pertama Pada Keracunan Anak (P3KA)

Keracunan makanan merupakan kondisi yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minumanyang mengandung bakteri, racun, dan bahan kimia berbahaya. Keracunan seringkali terjadi padaanak karena sistem pencernaan dan kekebalan tubuh belum terbentuk dengan optimal. Selain itu, risiko keracunan makanan juga disebabkan oleh kebersihan tangan yaitu tidak mencuci tangansebelum maupun setelah makan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengajari anakmencuci tangan dengan tepat.

Gejala keracunan makanan pada anak dapat berupa dehidrasi, produksi urin berkurang, pusing, demam, diare, mual muntah, dan kelemahan tubuh. Pencegahan keracunan dapat dilakukanmelalui edukasi kepada anak sejak dini untuk mengenalkan tanda-tanda makanan yang berpotensi memiliki bahaya jika dikonsumsi.

Berikut tips pencegahan keracunan pada anak:

1. Ajarkan anak mengenali aroma makanan

Beri edukasi kepada anak bahwa bau menyengat atau tidak sedap bisa menjadi tandabahaya pada makanan, Bau asam menyengat atau bau busuk menandakan makanan sudahbasi atau proses fermentasi berlebihan sehingga tidak aman dikonsumsi.

2. Ajarkan anak mengenali warna makanan

Makanan yang aman dikonsumsi umumnya memiliki warna segar. Makanan yang memiliki warna pucat tidak wajar, tampak keabu-abuan, dan mengalami perubahan warnadari aslinya dapat menjadi tanda bahwa makanan basi atau sudah tidak layak dikonsumsi.

Nasi atau roti yang memiliki bintik hijau, hitam, atau putih berbulu menandakan jamuryang berbahaya. Beri edukasi kepada anak bahwa warna yang terlalu terang atau cerahtidak alami dan meninggalkan warna kuat di kulit dapat menjadi pertanda penggunaanpewarna tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.

3. Ajarkan anak mengenali rasa makanan

Rasa pahit, asam menyengat, dan rasa yang tidak sesuai dengan jenis makananmerupakan tanda bahwa makanan tidak layak dikonsumsi meskipun tampilannya terlihatnormal.

4. Ajarkan anak mengenali tekstur

Tekstur makanan yang berlendir, berbusa, menggumpal atau mengental seperti buburyang mengental dan berair terpisah dapat menjadi tanda bahwa makanan sudah tidaklayak dikonsumsi.

5. Beritahu anak jika memiliki alergi makanan

Alergi makanan pada anak memerlukan kewaspadaan khusus. Dengan mengenalimakanan pemicu alergi dan edukasi sejak dini maka risiko reaksi alergi dapat dicegah. Ajarkan anak untuk mengenali makanan yang memicu alergi dan libatkan lingkungansekitar anak seperti keluarga, guru, dan pengasuh agar dapat mencegah pemberianmakanan yang memicu alergi.

6. Biasakan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan

Mulai ajari anak untuk mencuci tangan dengan tepat sehingga anak dapat memilikikebiasaan untuk mencuci tangan setelah bermain, sebelum dan setelah makan, setelahBAB dan BAK, setelah menyentuh hewan, setelah bersin dan batuk, dan setelahmelakukan kontak dengan benda atau permukaan yang banyak disentuh orang lain.

Berikut langkah tepat cuci tangan:

Comments are closed.