Jangan Anggap Sepele Benjolan pada Payudara
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Meski lebih banyak menyerang wanita, pria juga dapat mengalami kanker payudara meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit.
Banyak orang baru memeriksakan diri ketika benjolan pada payudara sudah membesar atau muncul keluhan lain. Padahal, semakin dini kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.
Karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali kondisi payudaranya sendiri dan tidak ragu berkonsultasi ke tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang tidak biasa.
Apa Itu Kanker Payudara?
Kanker payudara adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel tersebut dapat membentuk benjolan (tumor) dan, jika tidak ditangani, dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem getah bening.
Kanker payudara bukanlah penyakit menular. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, baik wanita muda maupun wanita usia lanjut, meskipun risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Apa Penyebab Kanker Payudara?
Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab utama kanker payudara. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:
Perlu diketahui: Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan terkena kanker payudara. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki faktor risiko pun tetap dapat mengalami penyakit ini.
Kenali Tanda dan Gejalanya
Gejala kanker payudara dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Benjolan merupakan gejala yang paling sering ditemukan.
Ciri benjolan yang perlu diperiksa antara lain:
Tidak semua benjolan merupakan kanker, tetapi setiap benjolan baru sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Misalnya:
Kulit dapat tampak:
Jika puting yang sebelumnya normal tiba-tiba tertarik ke dalam, kondisi ini perlu mendapat perhatian.
Terutama jika:
Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak dapat menjadi salah satu tanda penyebaran penyakit.
Siapa yang Berisiko?
Walaupun lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun, kanker payudara juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda.
Risiko lebih tinggi ditemukan pada:
Karena itu, setiap wanita dianjurkan untuk mengenali kondisi payudaranya sendiri, tanpa menunggu munculnya keluhan.
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk menemukan kanker payudara sebelum menimbulkan gejala berat.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
SADARI dilakukan setiap bulan, sekitar 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi. Bagi wanita yang sudah menopause, pilih satu tanggal yang sama setiap bulan agar mudah diingat.
Saat melakukan SADARI, perhatikan apakah ada:
SADARI tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter, tetapi membantu mengenali perubahan pada payudara lebih awal.
SADANIS adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Pemeriksaan ini dianjurkan terutama bagi wanita yang memiliki faktor risiko atau menemukan kelainan saat melakukan SADARI.
Mammografi adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kelainan pada payudara, bahkan sebelum benjolan dapat dirasakan.
Dokter akan menentukan kapan pemeriksaan mammografi diperlukan berdasarkan usia, faktor risiko, dan kondisi masing-masing pasien.
Bagaimana Pengobatan Kanker Payudara?
Pengobatan disesuaikan dengan stadium penyakit, jenis kanker, dan kondisi pasien.
Beberapa pilihan terapi meliputi:
Semakin dini kanker ditemukan, semakin besar kemungkinan terapi berhasil dan semakin baik kualitas hidup pasien.
Apakah Kanker Payudara Bisa Dicegah?
Tidak semua kasus dapat dicegah. Namun, risiko dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda menemukan:
Jangan menunggu hingga benjolan membesar atau terasa sakit. Pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Kesimpulan
Kanker payudara merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, namun peluang kesembuhan akan jauh lebih baik apabila ditemukan sejak dini. Oleh karena itu, kenali kondisi payudara Anda melalui SADARI, lakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan bila menemukan perubahan yang mencurigakan, dan jangan menunda pemeriksaan.
Ingat, benjolan pada payudara belum tentu kanker, tetapi setiap benjolan tetap perlu diperiksa oleh dokter. Deteksi dini bukan hanya tentang menemukan penyakit lebih cepat, tetapi juga tentang memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi pasien.