Hantavirus: Kenali Risiko dan Cara Mencegah Penularannya Ancaman dari Lingkungan yang Sering Tidak Disadari

Hand Hygiene dan 5 Momen Penting dalam Pelayanan Kesehatan Kebiasaan Sederhana yang Menyelamatkan Nyawa
June 2, 2026
Apakah Medical Check Up (MCU) Membatalkan Puasa?
March 7, 2026
Show all

Hantavirus: Kenali Risiko dan Cara Mencegah Penularannya Ancaman dari Lingkungan yang Sering Tidak Disadari

Kita sering menganggap tikus itu cuma masalah kebersihan rumah.

Paling bikin makanan berantakan, atau kabel digigit.

Tapi di balik itu, ada sesuatu yang lebih serius:

👉 hantavirus

Virus ini tidak terlihat, tidak berisik, tapi bisa menyebabkan penyakit serius, bahkan fatal.

Dan yang sering terjadi…

banyak orang baru tahu setelah terlambat.

 

  1. Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, ke manusia.

Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius seperti:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Infeksi ini bisa menyerang:

  • Paru-paru
  • Ginjal
  • Sistem peredaran darah

 

  1. Bagaimana Penularannya Terjadi?

Penularan hantavirus tidak melalui sentuhan biasa antar manusia, tetapi melalui:

⚠ Paparan dari Tikus atau Lingkungannya

  • Menghirup udara yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur tikus
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah
  • Gigitan tikus (jarang, tapi bisa terjadi)

Contoh situasi berisiko:

  • Membersihkan gudang lama
  • Menyapu area yang banyak kotoran tikus
  • Tinggal di lingkungan dengan infestasi tikus

 

  1. Siapa yang Berisiko?

Beberapa kelompok lebih berisiko:

  • Petugas kebersihan
  • Pekerja gudang atau bangunan lama
  • Masyarakat di lingkungan padat dengan sanitasi kurang
  • Orang yang sering membersihkan area tertutup tanpa ventilasi

 

  1. Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal sering menyerupai flu:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Lemas
  • Sakit kepala

Namun bisa berkembang menjadi:

  • Sesak napas
  • Batuk berat
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan ginjal

👉 Jika ada riwayat paparan tikus + gejala ini, segera periksa ke fasilitas kesehatan.

 

  1. Kesalahan yang Sering Terjadi

Hantavirus bisa berkembang cepat dan menyebabkan komplikasi serius.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tingkat kematian pada beberapa kasus HPS bisa cukup tinggi jika tidak ditangani dengan cepat.

Karena itu, pencegahan adalah kunci utama.

 

  1. Cara Mencegah Penularan Hantavirus

Tenang, ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan 👇

  1. Kendalikan Populasi Tikus
  • Tutup lubang masuk tikus
  • Simpan makanan dalam wadah tertutup
  • Buang sampah secara rutin

 

  1. Jangan Menyapu Area Kotoran Tikus Secara Kering

Ini penting banget.

❌ Jangan langsung disapu

âś” Semprot dengan disinfektan terlebih dahulu

Tujuannya:
👉 mencegah virus beterbangan di udara

 

  1. Gunakan Alat Pelindung Diri

Saat membersihkan area berisiko:

  • Masker
  • Sarung tangan

 

  1. Jaga Kebersihan Lingkungan
  • Rutin membersihkan rumah
  • Pastikan ventilasi baik
  • Hindari penumpukan barang

 

  1. Cuci Tangan Setelah Aktivitas

Gunakan sabun atau hand sanitizer setelah:

  • Membersihkan rumah
  • Kontak dengan area berisiko

 

  1. Kesimpulan

Hantavirus bukan penyakit yang sering dibahas, tapi tetap perlu diwaspadai.

âś” Ditularkan dari tikus

âś” Masuk melalui udara yang terkontaminasi

âś” Bisa berakibat serius jika terlambat ditangani

Kabar baiknya:

👉 risiko bisa ditekan dengan kebiasaan sederhana di rumah.

 

Referensi (5 Tahun Terakhir)

  1. Centers for Disease Control and Prevention (2022–2025)

Hantavirus: Prevention and Transmission.

  1. World Health Organization (2021–2024)

Zoonotic Diseases and Public Health Risks.

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020–2024)

Pedoman Pencegahan Penyakit Zoonosis.

  1. Jonsson CB et al. (2020–2023)

Hantavirus infections: epidemiology and prevention. (review jurnal)

  1. Vaheri A. et al. (2021–2023)

Hantavirus infections in humans. (clinical review)

 

 

 

Comments are closed.