
Kita sering merasa kanker itu “penyakit orang lain”.
Masih muda? Aman.
Masih kuat kerja lembur? Aman.
Nggak ada riwayat keluarga? Merasa aman banget.
Padahal…
kanker jarang datang dengan suara keras.
Kanker pelan-pelan, lewat kebiasaan kecil yang sering kita anggap sepele.
Dan kabar baiknya: banyak faktor risiko kanker bisa dicegah atau dikendalikan.
Mengenal Risiko Kanker
Menurut data WHO dan Kementerian Kesehatan, sebagian besar kasus kanker berhubungan dengan gaya hidup dan lingkungan. Artinya:
Dengan satu langkah awal yang sederhana: mengenali checklist faktor risikonya.
Faktor Risiko Penyakit Kanker
Karena mencegah selalu lebih bagus daripada mengobati, maka kita perlu tahu apa saja yang dapat kita hindari untuk mencegah risiko penyakit kanker.
Perokok aktif dan perokok pasif adalah hal yang sering kita temui di sehari-hari, apalagi perokok pasif memiliki risiko yang lebih dari perokok aktif. Rokok berhubungan dengan paru-paru, mulut, tenggorokan dan kandung kemih sehingga dapat memicu risiko kanker. Mungkin satu batang rokok tersara sepele, tapi bagaimana jika diakumulasi dalam tahunan?
Pola makan seperti ini meningkatkan risiko:
Tubuh kita itu jujur. Apa yang kita makan hari ini, akan “dibalas” di kemudian hari.
Kurang gerak berhubungan dengan:
Olahraga bukan soal jadi atlet, tetapiu jalan kaki rutin pun sudah memberi dampak besar untuk menghindari risiko kanker.
Kita pun tahu alkohol bukanlah minuman yang baik untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi alkohol dengan rutin dan jumlah yang berlebihan akan meningkatkan risiko :
Semakin sering kita mengkonsumsi alkohol, maka semakin tinggi juga risikonya.
Sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung atau menggunakan tabir surya pun juga dapat mengakibatkan risiko kanker kulit dikarenakan terpapar sinar UV dari matahari secara berlebihan. Gunakanlah topi, pakaian pelindung seperti jaket dan gunakan sunscreen untuk melindunngi kulit kita.
Infeksi HPV, Hepatitis B atau C dan Infeksi H. pylori adalah infeksi kronis yang dapat memicu :
Melakukan vaksinasi dan pengobatan dini adalah langkah awal yang sangat penting.
Jika ada anggota keluarga mengidap penyakit kanker yang muncul di usia relatif muda, jangan putus asa atau panik. Itu bukanlah vonis, tetapi merupakan sinyal bagi kita untuk lebih waspada. Hal yang wajib kita lakukan adalah melakukan skrining kesehatan rutin dan melakukan gaya hidup sehat serta lebih waspada dengan lingkungan sekitar.
Lingkungan kerja dan tempat tinggal kita ikut berperan dalam risiko kanker. Contohnya pada tempat kita bekerja yang berhubungan dengan bahan kimia, asbes, polusi udara yang berat dan radiasi yang berlebihan. Maka dari itu kita perlu menerapkan SOP K3 pada tempat kerja kita.
Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Checklist ini bukan untuk membuat cemas. Justru sebaliknya, untuk memberi kendali. Mulai dari:
Dalam hal ini, Rumah sakit berperan penting dalam edukasi, pencegahan, dan deteksi dini kanker demi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Referensi :