
Pernah nggak, kalian bangun tidur tapi rasanya kayak habis lari maraton semalaman?
Mata berat, kepala cenat-cenut, badan pegal… padahal jam tidur katanya cukup.
Tidur jam 10 malam, bangun jam 6 pagi. Delapan jam, lengkap. Tapi kok rasanya kayak tidur cuma “numpang lewat”?
Ternyata, masalahnya bukan berapa lama kita tidur, tapi seberapa berkualitas tidur kita.
Dan kabar baiknya: kualitas tidur itu bisa diperbaiki. Tanpa obat. Tanpa alat mahal. Cuma lewat kebiasaan kecil yang sering kita remehkan.
Tidur bukan sekadar “mati gaya” selama beberapa jam. Saat kita tidur, tubuh itu akan :
Kurang tidur berkualitas terbukti meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, gangguan jantung, depresi, hingga penurunan daya ingat, terutama pada lansia.
Maka dari itu, rumah sakit dan tenaga kesehatan selalu menekankan: “tidur cukup DAN berkualitas adalah bagian dari gaya hidup sehat.”
Tubuh kita punya jam biologis. Kalau hari ini tidur jam 10, besok jam 1 pagi, lusa jam 11… tubuh jadi bingung. Coba biasakan tidur dan bangun di jam yang relative sama setiap hari. Efeknya nanti akan :
Scroll Tiktok/Instagram sebelum tidur itu nikmat… sampai kamu sadar matanya capek tapi otak malah segar. Cahaya biru dari ponsel mengakibatkan penghambatan hormon melatonin dan membuat otak “merasa masih siang”. Solusinya :
Kamar tidur seharusnya jadi tempat istirahat, bukan kantor kedua, bioskop mini, atau ruang makan darurat. Kamar tidur yang idel itu seperti ini :
Kopi sore hari? Masih aman.
Kopi jam 8 malam? Itu undangan begadang.
Begitu juga dengan makan berat menjelang tidur yang akan membuat pencernaan bekerja keras sehingga tidur menjadi gelisah. Idealnya yaitu menghindari kafein 6 jam sebelum tidur dan makan malam ringan dan lebih awal.
Tubuh yang “dipakai” dengan baik di siang hari, akan lebih siap istirahat di malam hari. Ngga harus olahraga berat, bisa juga melakukan :
Tidur berkualitas bukan soal disiplin keras, tapi soal konsistensi kecil. Coba malam ini:
Kalau gangguan tidur berlangsung lama, sering terbangun, atau mengantuk berlebihan di siang hari, jangan ragu konsultasi ke tenaga kesehatan. Tidur adalah fondasi kesehatan, sama pentingnya dengan makan dan bergerak. Rumah sakit hadir bukan hanya saat Anda sakit, tapi juga untuk membantu Anda hidup lebih sehat. Termasuk tidur yang lebih baik.

Referensi :